HTML 5 Yang Seksi

HTML 5 lumayan jadi topik yang menarik buat saya akhir-akhir ini. Sebab akan menghandle project yang akan berjalan selama 30 bulan. Kalau ini dimulai awal 2010, maka akan selesai sekitar 2013. Dan pada tahun tersebut, HTML 5 sudah matang dan diperkenalkan publik.

HTML 5 sendiri sudah jadi perbincangan team sejak akhir musim gugur tahun lalu (2009). Tapi karena ada topik lain yang prioritasnya lebih tinggi, jadi terpinggirkan sedikit.

Rabu lalu, muncul kembali. Ahh, refresh otak sebentar dengan menulis euy.

Apa itu sebenarnya HTML 5?

Yaa HTML 5 adalah penerus HTML 4, sebelumnya. HTML 4 sendiri pada saat tulisan ini dibuat laboratorium bangaip, adalah bahasa Markup Hypertext yang berlaku.

Siapa yang mengembangkan HTML 5?

Manusia di Web Hypertext Application Technology Working Group (WHATWG) yang bikin. Awalnya tahun 2004. Yang pasti, sumpah bukan saya.

Mengapa harus ada HTML5?

Ini jawaban yang paling canggih dari WHATWG;

Hehe. Hebat kan? Pada intinya, selain bikin standar maka akan ada pemain baru di pasar open-source untuk RIA.

Apa bedanya HTML 5 dengan HTML 4.01/XHTML 1.X?

  • Parsing yang lebih flexibel. Tidak terlalu menurut pada SGML. Jadi kira-kira, kita bisa character_sensitive begitu deh.
  • Bisa bikin inline SVG. Ini jelas canggih. Sebab biasanya cuma XHTML yang bisa begini.
  • Atribut, tipe dan elemen baru. Sumpah ini bakalan canggih euy. Cek aja langsung ke TKP, gan :) Nih dia linknya
  • Penanganan error yang taktis. Katanya promosinya begini “HTML5 is designed so that old browsers can safely ignore new HTML5 constructs”. (*OMG, akhirnya kita bisa punya kekuatan untuk melenyapkan bully IE6 kepada umat manusia di muka bumi!*)
  • Bisa kustomisasi atribut data dan juga ada tambahan baru di form, yaitu PUT dan DELETE (*biasanya kan GET doang ama POST, trus ngakalin atribut tambahan seperti yaa pake AJAX*)
  • Ada element <audio>, <video> dan support OGG. Oh! I love you full HTML5. Aku sudah bosan untuk embedding param.

Selain itu, nampaknya HTML 5 ini juga akan percaya pada kekuatan CSS lebih banyak. Elemen-elemen macam <font>, <center>, <strike> dan beberapa lainnya akan tidak digunakan lagi. Well, simpelnya kayaknya sih ini akan berpengaruh dari cara kita nulis komen di blog orang. :P

Sudah ada beberapa tulisan mengenai HTML 5 berbahasa Indonesia. Diantaranya adalah di:

Navinot: Apa saja Isi HTML 5?
DailySocial: YouTube dan Vimeo Dukung HTML5, Video Tanpa Flash
Fajar Mubarok: HTML5 (*Cakep nih link. Fajar kayaknya nerjemahin dari wikipedia dengan baik. Lumayan lengkap euy. Makasih Fajar*)
Wahyu Wijanarko: Going to HTML5, Apa Masih Perlu Regulasi?

0 Responses to “HTML 5 Yang Seksi”


  • No Comments

Leave a Reply