Website Yang Saya Benci!

Sebelumnya, anda tidak perlu tahu saya siapa dan bagaimana saya lahir ke dunia ini dan lantas jalur apa yang saya pilih. Sebab sama sekali tidak ada hubungannya dengan tulisan di bawah ini :D

Saya bukan siapa-siapa. Hanya orang yang suka melihat-lihat dan jalan-jalan dari satu halaman website ke halaman lainnya demi kepentingan laboratorium kecil ini. Hehe.

Pada umumnya, saya mencintai website. Terutama isi maupun tampilan yang ada didalamnya. Namun diantara website-website ini, ada website yang saya benci.

Saya tidak membenci website karena copy content-nya. Saya benci website karena:

  1. Tidak memberi alternatif tampilan
  2. Gambar atau foto yang rusak (tanpa keterangan)
  3. Loading lama
  4. Tampilan tata letak yang tidak ramah

Tentu saja saya akan sedikit terlihat aneh apabila tidak memberikan penjelasan mengenai sedikit kriteria di atas. Maka itu, ijinkanlah saya menjelaskan mengapa saya benci website-website itu.

Tidak memberi alternatif tampilan

Website yang tidak memberi alternatif tampilan

Suatu hari saya menemukan link. Kata si pemberi link, wah ini website keren. Katanya isinya baguuus banget. Katanya, mencerahkan. Dan sejuta katanya lainnya. Begitu sampai di sana, loh kok yang muncul pesan di atas;
You don’t have the latest version of Macromedia Flash Player. This web site makes use of Macromedia® FlashTM software. You have an old version of Macromedia Flash Player that cannot play the content we’ve created. Why not download and install the latest version now? It will only take a moment. Macromedia and Flash are trademarks of Macromedia, Inc.

Yang salah siapa? Saya atau yang memberi link?

Karena saya belum mau disalahkan dan yang beri link juga tidak, hehe. Maka kami sepakat menyalahkan pembuat websitenya. Hahaha.

Itu waktu bikin website gimana coba logikanya? Kok yaa tidak memberi alternatif lain kepada pengunjung yang tidak memiliki fasilitas flash atau software flash terbaru di browser mereka? Dikiranya semua orang tidak bisa hidup tanpa Flash? Hehe, ada-ada saja.

Memang sih ada pertanyaan, kok yaa nggak update saja? Kan cepat dan gampang pula?

Jawabannya banyak. Tapi kalau masalah tampilan saja hanya bisa di akses salah satu perangkat lunak saja, kan jawabannya bisa pertanyaan “Kamu bikin website apa lagi main monopoli?”

Gambar atau foto yang rusak (tanpa keterangan)
Gambar atau foto yang rusak

Ada beberapa website yang memperlihatkan gambar yang tidak tampil karena broken link atau hal lainnya dan tidak memberikan alternatif teks.

Ini jelas aneh. Sebab ada website yang sampai enam paragraph menceritakan gambar yang ada di content mereka, tapi kok yaa gambarnya tidak muncul. Hanya tanda icon bahwa gambar itu rusak.

Itu menyebalkan. Minimal menyebalkan saya. Dalam hati saya berfikir, ini webmasternya atau penanggung jawab konten apa sedang main-main tebak buah manggis. Sehingga saya dipaksa harus menebak gambar apa yang dia taruh, namun tidak kelihatan itu? Hehe.

Kalau memang rusak karena databasenya rusak, atau di deface, mungkin masih bisa dipahami. Tapi kalau rusak karena kelalaian (sebab ketauan memang db-nya bagus dan tidak diisengin orang) kan aneh melihatnya.

Lain kali, kalau mau main tebak-tebakan, kasih tahu dong. Jadi saya bisa menghindar (*Haha, sayang sekali belum ada waktu euy buat main tebak-tebakan. Apalagi tebak gambar yang rusak*)

Loading lama
image mengenai Loading yang lama

Ini yang paling menyebalkan. Lama! Di jaman di mana semuanya berlangsung cepat, loading halaman web yang lama itu tidak menyenangkan. Biarpun ada waktu, tetap saja membuka laman web yang lama itu bikin bete. Hehe.

Rumus yang pasti mengenai jumlah eksak berapa kilobyte perhalaman memang belum ada. Dulu, ketika dunia ini masih dijajah koneksi dial-up, ukuran ideal adalah 20-30 Kb per halaman. Sekarang, yaa tidak harus pasti segitu. Dimana koneksi internet makin cepat, biasanya jumlah ukuran halaman makin besar pula.

Sekarang biasanya seorang pembuat halaman website membuat riset dulu, dimana target pasar pengunjung website yang mereka buat. Dan secepat apa koneksi di sana. Riset ini penting. Karena tanpa riset, ibarat makan sayur tanpa garam (*Haha, apa hubungannya coba?*).

Kenapa waktu loading halaman yang lama masih jadi masalah?

  • Ini mah psikologi user. UI/UX yang bagus itu bukan hanya sekedar tampilan, tapi juga kecepatan.
  • Di dunia ini masih ada fakir benwit. Percaya atau tidak percaya, kaum itu masih ada eksistensinya.
  • Semakin lama waktu halaman terbuka, semakin banyak pula pengunjung website tersita waktunya. Artinya, waktu produksi di makan oleh waktu menunggu. Haduh, bahaya itu.
  • Dulu bisa saja berkelit, ini gara-gara jaringan IIX nya bermasalah (kalau di hosting di RI). Tapi jaman sekarang, di mana bikin mirror serba gampang, loading yang lama membuat tanda tanya pula kepada jasa penyedia hosting. Jadi kali suatu website loading lama dan ada embel-embel mereka di sponsori hosting anu, kan kasian tuh hosting. Pamornya menurun.  Gara-gara halaman loading lambat, banyak orang yang jadi rugi. Astaga!

Tampilan tata letak yang tidak ramah
image Tampilan tata letak yang tidak ramah

Entah kenapa, mungkin bisa gara-gara monitor atau kesalahan mata si pembuat, tampilan sebuah halaman kadang menjadi sedemikian membingungkan. Seperti misalnya, di sebuah website yang butuh login, kok yaa kotak loginnya susah di capai pengunjung. Atau di sebuah website yang luar biasa banyak produknya, fasilitas ‘search’ tidak ada. Ngawur itu.

Beberapa orang membuat tampilan tata letak yang menyebalkan bisa jadi karena kesalahan prosedur (atau emang nggak bisa). Tapi ada pula yang membuat tata letak menyebalkan karena memang niatnya begitu. Contoh, konten tulisan menjelaskan produk barang sebanyak 1000 kata, semuanya align=center. Jadi tulisannya di tengah-tengah begitu. Lah apa maksudnya? Deskripsi apa bikin puisi?

Hehe… Sudah cukup dulu sekian cuhat colongan dari saya pada hari ini. masih banyak sih another rants. Tapi saya kebetulan lagi lumayan sibuk nih di pabrik. Hehe. Akhirul kalam, maap-maap kalo ada salah kita. Seperti kata pepatah, 4 x 4 = 16. Sempat tidak sempat, pasti akan di balas. Hihihi.

Cheriooo…

This entry was posted in bahasa_indonesia, komunikasi, visual, website and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Website Yang Saya Benci!

  1. Dung Amlin says:

    hmmm…we we we apaan itu :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>