Geek Dan Cinta

Selama ini, setiap ada masalah dengan server, saya dengan amat mudahnya mengirim email dan bertanya apakah ia bisa membantu. Dan selalu, iya selalu, bahkan ketika hujan badaipun (literal, waktu itu ada badai menghantam kota hingga rumah dan jalan-jalan kota kami tertimbun salju setinggi dua meter) ia tetap membantu saya.

Sudah sejak tiga tahun lalu, dengan sabarnya ia membantu saya yang selalu saja setelah selesai selalu menasihati, “Apache itu penting, kamu harus belajar”. Dan saya sungguh bosan mendengar nasihatnya. Hingga biasanya hanya dengan beberapa kali klik, yang membuat JBoss, Derby atau Tomcat jalan dengan baik, tidak merasa perlu buka-buka dokumentasi HELP.

Saya kena penyakit sindrom sok tua. Itu katanya. Orang kalau sudah merasa sok tua (‘sok’ loh, bukan ‘tua’ nya yang jadi penekanan defisini) katanya malas belajar. Iya, saya sok tua. Malas belajar.

Dan lalu, sabtu lalu. Ia pergi. Ia anak pintar yang begitu lulus, fresh grad, darah muda, direkrut pabrik sejak enam tahun lalu, dapat tawaran yang lebih jauh menggiurkan. Menikahi gadis idaman dan hidup di Alaska sana. Ditemani istri baru muda cantik beserta anjing-anjing Husky mereka.

Sabtu lalu, saya bilang, “Kamu geek, bahkan belum pernah membunuh binatang untuk dijadikan santapan makan malam. Bagaimana bisa hidup di alam keras dan jadi pemburu? Bagaimana hidup kamu tanpa komputer?”

Sambil tersenyum ia berkata, “Lihat saja, cinta akan mengubah segalanya”

Saya ketawa. Cengar-cengir sambil garuk-garuk kepala. Oala, ada satu lagi geek yang sedang jatuh cinta.

Good luck, amigos. Have a great journey.

(*Saya bisa membayangkan hidup tanpa wanita. Tapi hidup tanpa komputer? Astaga…*)

This entry was posted in bahasa_indonesia, geekjoke, server and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *